SHOLAT IED MOMUNTUM KEBERSAMAAN, SUASANA LEBARAN DI KAMPUNG HALAMAN

Antusiasme Para Jemaah Laki – laki  untuk melaksanakan sholat Ied di Masjid Al- Muqqorrobin, Senin (31/03/2025)Kiliran Jao - Dusun Tinggi II, Kecamatan Kamanag Baru, Kabupaten Sijunjung.f/Zaimah


    Senin, 31 Maret 2025 sebagian umat muslim dan muslimah merayakan hari kemenangan setelah sebulan lamanya mereka menahan haus, lapar dan juga, nafsu pada bulan suci Ramadhan untuk mendapatkan amal dan ibadah yang berlimpah karena bulan itu adalah bulan penuh berkah. Para jemaah pun sudah terlihat  mulai berdatangan sejak pukul 05.30 ke masjid untuk melaksanakan sholat Ied Berjamaah dengan Jemaah lain padahal rumah mereka bisa terbilang cukup lumayan jauh namun hal tersebut tidak menjadi halangan mereka untuk tidak ikut melaksanakan Sholat Ied bersama, para jemaah yang hadir juga beragam karena gabungan dari tiga RW dan hampir semua kalangan ada termasuk anak balita.

      Sholat Ied yang di laksanakan di desaku terbilang cukup unik karena kami di sini semuanya berkumpul di dalam masjid bahkan sampai ke luar masjid dengan cara menggelar karpet di luar masjid untuk melaksanakan sholat Ied bukanya di gelar di lapangan besar, tidak ada alasan apapun dibalik itu semua hanya saja memang dari dulu sholat Ied di desaku dilakukan cukup di dalam masjid saja alasanya karena memang lokasi masjid yang kami punya sudah sangat strategis berada di tengah- tengah di antara 3 RW tersebut.

      Sholat Ied di kampung halaman bukan sekadar ritual keagamaan. Lebih dari itu, ia adalah magnet yang menarik sanak saudara, kerabat, dan teman-teman lama untuk berkumpul kembali. Bagi para perantau, momen ini adalah kesempatan emas untuk melepas rindu pada kampung halaman dan orang-orang tercinta. Begitu juga denganku di hari raya ini juga menjadi hal yang aku nantikan setiap tahunnya apalagi dengan kondisi sekarang dimana aku pergi jauh kuliah ke kota Padang dan tentunya jarang pulang kerumah, ungkapan tersebut juga sama dengan salah seorang saudara saya dimana ia bekerja di Medan dengan pekerjaan yang berada di lingkup Bandara dan dia menjadi Staff Manager di Bandara penerbangan tersebut.

    “iya alhamdulillah tahun ini udah boleh pulang jadi rasanya seneng banget, soalnya udah 2 tahun aku gabisa pulang karna di bandara tu rame banget terus orang juga pada mudik pergi ke kampung halaman pake pesawat jadinya cuma terbatas yang bisa ambil cuti, untungnya tahun ini aku bisa pulang, udah kangen banget rasanya sama masakan mamak hehe..” ungkap Rodiyah cewe berusia 23 tahun tersebut.

Antusiasme Para Jemaah Laki – laki dan Perempuan  untuk melaksanakan sholat Ied di Masjid Al- Muqqorrobin, Senin (31/03/2025)Kiliran Jao - Dusun Tinggi II, Kecamatan Kamanag Baru, Kabupaten Sijunjung.f/Zaimah

    Pelaksanaan Sholat Ied di Masjid Al- Muqqorrobin tahun ini berjalan dengan khidmat dan lancar. Bapak Kyai yang memimpin sholat dengan suara merdu dan lantang, para jemaah juga melaksanakan sholat secara khusyuk dan tenang, seperti biasa setelah selesai menyelesaikan sholat Ied maka dilaksanakan juga khutbah dan menyebutkan jumlah nominal infak yang di peroleh pada hari itu, saat- saat inilah banyak terjadi kejadian lucu seperti para bapak dan ibu mengantuk lalu anak kecil yang mulai bertengkar satu sama lain dengan teman sebaya dan bahkan ada yang pulang karena anak mereka rewel. Ya momen seperti itulah yang paling di rindukan saat melaksanakan sholat Ied di kampung halaman, pendapat lain juga di sampaikan oleh  Ibu anak 3 alias Pipit tak lain tante ipar saya sendiri yang rumahnya di Riau di mana ia ikut suaminya pulang di kampung halaman tepatnya di desaku ini.

    “iya hampir setiap tahun ante ni ikut pulang kesini kan ikut abang (suaminya) karena kan pulanhg kesini juga setahun sekali jadi ya gapapa lah itung- itung ikut ngerasain mudik juga kaya yang lain hahaha, kapan lagi coba pulang kampung tapi beneran di desa yang sejuk begini jujur ya ante juga muak tinggal di Riau tu panas banget udaranya mana jarang ada pepohonan lagi haha” pungkasnya.

      Masih banyak lagi keseruan yang terjadi di kampung halaman dan tidak bisa di ucapkan dalam bentuk kata- kata cukup di kenang dalam hati dan di ingat sepanjang waktu, aku berharap akan selalu seperti ini sampai nanti karena hari raya menjadi hari yang paling di tunggu dan di nantikan oleh semua kalangan bahkan non muslim pun.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Malayapura yang Terlupakan: Mengungkap Identitas Candi-Candi Buddha di Dharmasraya

Di Balik Layar Kampus Ideal: Mengungkap Realitas Kesepian dan Alienasi yang Mendorong Pikiran Bunuh Diri Mahasiswa

MINISO TRANSMART PADANG SEPI PENGUNJUNG